Selama tiga dekade terakhir hutan tropis yang luasnya lebih dari 4,2 juta hektar telah ditebangi di Provinsi Riau, Sumatera. Ini sama dengan 65% dari seluruh hamparan hutan tropis asli hilang dari provinsi itu. Walaupun pembabatan hutan yang terjadi di Riau merupakan yang paling cepat di kepulauan Indonesia, masalah ini juga terjadi di seluruh Indonesia, khususnya di hutan Sumatera, Kalimantan, dan Papua yang masih bertahan luas.
Pentingnya hutan perawan sangat jelas. Menurut beberapa segi akademia dan penelitian seperti sains, kemanusiaan, serta gerakan konservasi, bahwa hilangnya hutan merupakan masalah yang sangat serius. Maka timbul pertanyaan: mengapa keberadaan hutan perawan sangat penting serta mengapa kehancuran hutan perawan menimbulkan akibat yang sangat parah?
Hutan adalah habitat atau tempat kediaman banyak spesies pohon, tanaman, hewan dan burung liar. Biodiversitas atau keanekaragaman hayati spesies-spesies ini hilang ketika hutan dibabat. Berbagai jenis pohon biasa menjadi langka atau punah sebagai akibat pembabatan hutan karena penebang memilih pohon-pohon yang bernilai atau menebangi seluruh wilayah hutan hingga tidak bersisa satu pohon pun. Demikian juga banyak sekali jenis hewan, burung, serangga, dan ikan yang bergantung pada habitat yang terdapat di hutan itu. Hewan-hewan ini menjadi punah karena mereka kehilangan tempat tinggalnya.
Selain berdampak pada kelestarian alam, ada akibat-akibat lainnya pada masyarakat. Misalnya di Jambi, Orang Rimba sudah menjadi suku yang tertindas. Hak mereka untuk mengelola hutan adat diambil dari tangan mereka dengan adanya pengembangan perkebunan kelapa sawit. Setelah hutan dibabat, maka yang ditaman di daerah itu adalah sesuatu yang berbeda dan biasanya kurang berkeaneka-ragaman. Misalnya penebangan hutan untuk perkebunan dan pertanian kedelai mengakibatkan hutan yang mengandung berbagai jenis tumbuhan digantikan oleh satu spesies tumbuhan saja.
Selama tahun-tahun belakangan ini ada beberapa usaha untuk melestarikan hutan di Indonesia. Contohnya adalah 50 taman nasional yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Selain itu banyak LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang berjuang melestarikan hutan-hutan Indonesia. Sehingga ada harapan bagi hutan Indonesia, suatu harapan yang dibagi bersama dengan masyarakat lainnya di seluruh dunia, bahwa kita bisa berhasil melestarikan hutan bagi generasi penerus kita dan masa depan bumi.
Versi pdf “Hilangnya hutan” (41.7 KB)